Rabu, 04 Februari 2026

Praktikum Splicing Kelompok 9

 Kelompok: 9

Anggota Kelompok: 1. Azzula Syakira (7)

                                 2. Indri Dwi Juliyanti (18)


1. alat dan bahan:
  1. Cabel Fiber Optic
  2. Tang Crimping / Tang Press FO
  3. TangPotong
  4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
  5. Visual Fault Locator (VFL)
  6. Alkohol
  7. Tisu Kering
  8. Fast Connector
  9. Fiber Stripper 
  10. Stripper Dropcore FO




2. Langkah-Langkah
a. Persiapkan Kabel
   Strip dan bersihkan kabel




2. Pemotongan
    Potong dengan Cliever


3. Penyelarasan
    Sejajarkan Core Fiber

4. Peleburan
   Lelehkan dengan Arc Listrik

5. Penyambungan
    Gabungkan serat optik

6. Perlindungan
    Pasang Pelindung (Sleeve)

7. Pengujian
    Chek dengan OPM

8. Penyelesaian
    Kemasan dan Rapikan



Selasa, 20 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.


Terminasi Konektor Fiber Optics

 Perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat kabel Fiber Optik


1. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar dibawah ini

alat dan bahan:
  1. Cabel Fiber Optic
  2. Tang Crimping / Tang Press FO
  3. TangPotong
  4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
  5. Visual Fault Locator (VFL)
  6. Alkohol
  7. Tisu Kering
  8. Fast Connector
  9. Fiber Stripper 
  10. Stripper Dropcore FO
2. Langkah - langkah
a. Potong kabel fiber optic menggunakan tang crimping / tang press FO.

b. Belah tengah kabel FO menggunakan tang potong hingga terbelah menjadi 2, untuk panjangnya di sesuaikan keinginan masing-masing. 

c. Setelah terbelah lalu pakai Stripper Dropcore kupas ± 3–4 cm jaket luar sampai terlihat serat fiber dan kawat penguat di dalamnya.


d. Kupas lapapisan pelindung fiber
Gunakan stripper bagian kecilnya untuk mengupas:
  • Lapisan plastik fiber

  • Hingga terlihat inti kaca fiber (warna bening/transparan)


Kemudian di bersihkan dengan tissu kering yang di kasih alkohol.

e. Jika sudah bersih dan bening lalu masukkan fiber ke Fast Connector dorong sampai terasa mentok dan ujung fiber terlihat di ujung konektor.


f. Kunci fast connector tekan pengunci fast connector sampai bunyi “klik” agar fiber terkunci dengan kuat.Pasang tutup karet belakang konektor supaya kabel tidak mudah patah.


g. kalau sudah kencang kemudian di chek sinyal ke connector tersebut,jika sinar berhasil tembus berarti pemasangan telah benar.

h. Jika sudah ada lampunya lalu ulangi lagi dari step a hingga g di ujung kabel FO nya

i. Setelah proses pemasangan fast connector selesai, dilakukan pengujian koneksi menggunakan alat ukur sinyal (Optical Power Meter/VFL).
Hasil pengukuran menunjukkan nilai redaman sinyal sebesar ≤ –29 dBm, yang menandakan bahwa koneksi serat optik berada dalam kondisi baik dan layak digunakan.





Selasa, 25 November 2025

IP Addres 192.168.1.0/27 - untuk subnet kelompok 1

  Kelompok 1


Nama Anggota : 

  1.  Darrel Dafa .N. (9)
  2. Deswita Nurul .A. (10)
  3.  Haidar Muhammad (15)
  4. Hanyfa Aira Anggraini (17)
  5. Indri Dwi Juliyanti (18)                                                                                                                                  

192.168.1.0/27

11111111.11111111.11111111.11100000
     225.          225.         225.        224



1. Jumlah subnet = 2^x

                            = 2^3

                            = 8


2. Jumlah host = 2^4

                        = 2^5

                        = 32


3. Blok subnet = 256-224

                       = 32


Berarti total ada 8 subnet dimulai dari 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224

Karena kami kelompok 1, maka kami menggunakan angka ke 1 yaitu 0


Jadi...

  • Subnet = 192.168.1.0
  • Host awal = 192.168.1.1
  • Host akhir = 192.168.1.30
  • Broadcast = 192.168.1.31

Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic

 Agar lebih paham kenapa fiber optic bisa begitu cepat, penting untuk memahami prinsip kerjanya.


a. Prinsip kerja dasar

Fiber optic bekerja berdasarkan konsep pemantulan total internal. Di dalam kabel fiber:
  • Sinyal data diubah menjadi pulsasi cahaya oleh transmitter (biasanya LED atau laser).
  • Cahaya tersebut masuk ke inti serat (core) dan dipantulkan berkali-kali oleh lapisan cladding di sekeliling core.
  • Karena indeks bias antara core dan cladding berbeda, cahaya “terjebak” di dalam core dan merambat hingga ujung serat.
  • Di ujung penerima, receiver mengubah pulsasi cahaya kembali menjadi sinyal listrik yang bisa dibaca perangkat jaringan.

b. Teknologi pendukung dalam sistem fiber optic

    1. Transmitter dan Receiver Optik
  • Komponen yang mengubah sinyal listrik ↔ cahaya.
  • Biasanya terintegrasi dalam modul SFP, SFP+, atau media converter.

    2. WDM (Wavelength Division Multiplexing)
  • Teknologi yang memungkinkan beberapa panjang gelombang cahaya berjalan dalam satu serat yang sama.
  • Hasilnya: satu kabel fiber bisa membawa banyak kanal data sekaligus, meningkatkan kapasitas tanpa menarik kabel baru.

    3. Passive Optical Network (PON)
  • Teknologi yang banyak digunakan untuk internet fiber ke rumah (FTTH).
  • Menggunakan komponen pasif seperti splitter untuk membagi satu jalur fiber dari pusat (OLT) ke banyak pelanggan (ONT/ONU).
  • Efisien secara biaya dan perawatan.

    4. Repeater dan Amplifier Optik
  • Untuk jarak yang sangat jauh, sinyal cahaya diperkuat atau diregenerasi agar kualitas tetap baik.
  • Contohnya: EDFA (Erbium-Doped Fiber Amplifier).

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan

Supaya instalasi lebih efisien dan awet, pemilihan kabel fiber optic tidak bisa asal. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

a. Jarak dan kebutuhan bandwidth

  • Jika jarak sangat jauh (antar kota, backbone, jaringan utama) → Single-mode biasanya lebih tepat, karena loss lebih kecil dan bisa membawa data lebih jauh.

  • Jika jarak pendek–menengah (antar lantai gedung, antar ruangan) → Multi-mode sering dipilih karena perangkatnya relatif lebih ekonomis untuk skala tertentu.


b. Lingkungan pemasangan

    1. Indoor:

  • Pilih kabel yang fleksibel dan mudah ditarik di dalam gedung.

  • Pertimbangkan standar keamanan gedung (misal low-smoke, tahan api).

    2. Outdoor:

  • Pilih kabel outdoor atau armored jika lewat tanah atau area berisiko.

  • Jika dipasang di udara (aerial), pilih kabel yang punya strength member kuat (misalnya menggunakan wire/strand baja).


c. Jenis konektor dan perangkat

    Perhatikan juga:

  • Jenis konektor yang digunakan perangkat (misalnya SC, LC, ST).

  • Jenis port pada OLT, switch, router, atau media converter.

  • Pastikan tipe fiber pada kabel sesuai dengan tipe port (SMF ↔ SMF, MMF ↔ MMF).


d. Pertimbangan biaya dan skala pengembangan

  • Untuk jaringan yang ingin dikembangkan dalam jangka panjang, menggunakan single-mode sering dianggap investasi jangka panjang, karena mendukung jarak dan kapasitas lebih besar.

  • Namun untuk jaringan lokal skala kecil-menengah di dalam gedung, multi-mode juga masih sangat layak dan efisien.

Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

Secara umum, fiber optic dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan mode transmisi cahaya, jumlah serat, dan konstruksi kabelnya.

a. Berdasarkan mode cahaya

    1. Single-mode Fiber (SMF)

  • Inti serat sangat kecil (± 8–10 mikrometer).

  • Hanya satu jalur cahaya yang merambat.

  • Cocok untuk jarak jauh (puluhan hingga ratusan km).

  • Banyak dipakai untuk backbone ISP, antar kota, atau antar gedung.

    2. Multi-mode Fiber (MMF)

  • Inti serat lebih besar (± 50 atau 62,5 mikrometer).

  • Banyak jalur cahaya merambat (multi-mode).

  • Cocok untuk jarak pendek hingga menengah (biasanya sampai beberapa ratus meter).

  • Banyak digunakan untuk jaringan di dalam gedung, kampus, atau pabrik.


b. Berdasarkan lingkungan pemasangan

    1. Indoor Fiber Optic

  • Dirancang untuk digunakan di dalam ruangan.

  • Biasanya lebih ringkas, fleksibel, dan tidak setahan outdoor terhadap cuaca.

  • Contoh: kabel patch cord di rak server, jaringan antar ruangan.

    2. Outdoor Fiber Optic

  • Memiliki jaket pelindung yang lebih tebal dan kuat.

  • Tahan terhadap panas, hujan, kelembapan, hewan, dan tekanan fisik.

  • Terkadang dilengkapi penguat (strength member) atau bahkan lapisan baja (armored).


c. Contoh konstruksi kabel

  • Loose Tube: serat optik berada dalam tabung longgar berisi gel pelindung, cocok untuk outdoor dan jarak jauh.

  • Tight Buffered: serat diselimuti pelindung lebih rapat, cocok untuk indoor dan instalasi yang lebih fleksibel.

  • Armored Cable: memiliki lapisan logam pelindung untuk area yang rawan gigitan hewan, tertimpa batu, dan sebagainya.

Praktikum Splicing Kelompok 9

 Kelompok: 9 Anggota Kelompok: 1. Azzula Syakira (7)                                  2. Indri Dwi Juliyanti (18) 1. alat dan bahan: Cabel F...