BUKU PANDUAN BELAJAR KELOMPOK 4
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Pelajaran : Jarkom
Guru Pengampu : Kustiyadi ST
Disusun oleh
Kelompok 4:
Deswita Nurul A (10)
Hany Nur R (16)
Hanyfa Aira A (17)
Indri Dwi J (18)
jesica cherlly M(20)
Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
SMK TUNAS HARAPAN PATI
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
Perbandingan Unicast, Broadcast dan Multicast dalam IP Address
1. Apa itu Multicast dalam IP Address?
Multicast adalah metode pengiriman data dari satu host (pengirim) ke sekelompok host (penerima tertentu) dalam sebuah jaringan.
Berbeda dengan:
Unicast → satu ke satu (misal: browsing web, kirim email).
Broadcast → satu ke semua host di jaringan (misal: ARP Request).
Multicast → satu ke banyak (hanya ke host-host yang “bergabung” dalam grup multicast).
Multicast lebih efisien dibanding broadcast, karena data hanya dikirim ke anggota grup tertentu, bukan ke semua perangkat.
2. Kenapa Multicast di Kelas D?
IP Address Kelas D (224.0.0.0 – 239.255.255.255) memang dikhususkan untuk multicast.
Artinya alamat di kelas ini tidak digunakan untuk network ID dan host ID seperti kelas A, B, dan C, tetapi dipakai untuk mengidentifikasi “grup multicast”.
Contoh:
224.0.0.1 → multicast ke semua host dalam jaringan lokal.
224.0.0.2 → multicast ke semua router dalam jaringan.
239.x.x.x → alamat multicast untuk penggunaan dalam jaringan pribadi (administrative scope).
3. Hubungan Kelas D dengan Multicast
Kelas D tidak memiliki konsep host per network → karena tujuannya bukan untuk unicast komunikasi antar host. Alamat Kelas D digunakan oleh aplikasi atau protokol yang membutuhkan komunikasi “one-to-many” seperti:
Streaming video/audio (misalnya IPTV, radio online).
Konferensi video (VoIP, Zoom dengan multicast).
Protokol routing (OSPF, RIP2, EIGRP menggunakan multicast).
Jadi, Kelas D = Alamat khusus untuk Multicast, bukan untuk komunikasi host biasa.
4. Lembaga dan Perusahaan yang memanfaatkan IP Kelas D
IP Kelas D digunakan untuk multicast — artinya untuk menyiarkan data dari satu sumber ke banyak penerima secara efisien, tanpa membanjiri seluruh jaringan seperti broadcast.
Berikut beberapa contoh nyata lembaga dan perusahaan yang memanfaatkan IP Kelas D (224.0.0.0 – 239.255.255.255) untuk keperluan multicast
a. Perusahaan Media & Streaming
b. Lembaga Keuangan dan Perusahaan Besar
c. Lembaga Pemerintah & Pendidikan
d. Jaringan Korporasi / Enterprise
Kesimpulan dan Catatan Penting
Multicast = komunikasi dari satu ke banyak (grup tertentu).
Kelas D dipakai khusus untuk multicast karena rentang alamatnya sudah dicadangkan oleh IANA agar tidak bentrok dengan alamat host biasa.
IP Multicast tidak melewati Internet publik, hanya digunakan di jaringan LAN / WAN internal.
Alamat multicast sering dikelompokkan dalam:
Well-known (224.0.0.0–224.0.0.255) → dipakai routing (OSPF, RIP, dsb)
Administratively Scoped (239.0.0.0–239.255.255.255) → untuk penggunaan internal perusahaan.
2.Konsep Dasar Subnetting
Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program).
Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita.
Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.Setelah selesai membaca ini, silakan lanjutkan dengan artikel Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?.
Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.
Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri.
Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:
Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host).
Di sisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah).
Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.
Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.
Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST.
Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang).
SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
Setelah anda selesai membaca artikel ini, silakan lanjutkan dengan membaca artikel :
Penghitungan Subnetting, Siapa Takut?.
3.Starlink Dan Teknologi Fiber Optic
Starlink dan teknologi fiber optic adalah dua metode yang berbeda untuk menyediakan layanan internet, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:
Starlink
1. Teknologi:
Menggunakan konstelasi satelit di orbit rendah Bumi (LEO) untuk menyediakan akses internet.
Satelit ini berkomunikasi dengan terminal pengguna yang dipasang di rumah atau tempat usaha.
2. Kecepatan dan Latensi:
Kecepatan dapat mencapai hingga 100-200 Mbps, dengan latensi sekitar 20-40 ms.
Latensi lebih tinggi dibandingkan dengan fiber optic, tapi lebih rendah dibandingkan Satelit Geostasioner Tradisional
3. Cakupan:
Menyediakan akses internet ke daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau yang tidak terlayani oleh infrastruktur kabel.
Cakupan global, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.
4. Biaya:
Biaya pemasangan terminal cukup tinggi.
Biaya langganan bulanan juga bisa lebih tinggi dibandingkan dengan layanan internet berbasis kabel di beberapa wilayah.
5. Keterbatasan:
Pengaruh cuaca dapat mempengaruhi kualitas sinyal.
Kapasitas bandwidth bisa terbatas jika terlalu banyak pengguna dalam satu area.
Fiber Optic
1. Teknologi:
Menggunakan kabel serat optik yang mentransmisikan data melalui cahaya.
Kabel ini ditanam di bawah tanah atau di bawah laut untuk menghubungkan berbagai titik jaringan.
2. Kecepatan dan Latensi:
Kecepatan sangat tinggi, bisa mencapai gigabit per detik (Gbps).
Latensi sangat rendah, ideal untuk aplikasi yang memerlukan respons cepat seperti gaming online dan video conference.
3. Cakupan:
Terbatas pada daerah-daerah yang telah terpasang infrastruktur kabel.
Tidak tersedia di daerah-daerah terpencil atau pedesaan tanpa investasi besar dalam infrastruktur.
4. Biaya:
Biaya pemasangan bisa tinggi jika infrastruktur belum ada, tetapi biaya langganan bulanan biasanya lebih rendah daripada Starlink.
Biaya pemeliharaan juga lebih rendah karena kabel serat optik lebih tahan lama.
5. Keterbatasan:
Tidak bisa menjangkau area-area yang tidak terhubung dengan jaringan kabel.
Membutuhkan investasi besar untuk pemasangan di daerah baru.
Ringkasan
Starlink: Lebih cocok untuk daerah terpencil atau pedesaan yang sulit dijangkau oleh jaringan kabel. Memiliki latensi yang lebih tinggi dan biaya lebih mahal, tetapi menawarkan cakupan yang luas.
Fiber Optic: Ideal untuk daerah perkotaan atau wilayah yang sudah memiliki infrastruktur. Menawarkan kecepatan dan latensi yang sangat baik, tetapi terbatas pada jangkauan kabel.
Pilihannya tergantung pada lokasi dan kebutuhan spesifik pengguna
4. Makna dari Istilah TTL dalam Perintah Ping yang Benar
TTL adalah salah satu istilah yang tidak asing lagi bagi programmer pada perintah ping. Bahkan, istilah tersebut juga sering digunakan saat sedang melakukan coding. Adapun istilah TTL dalam perintah ping dimaksudkan jumlah detik sebelum perubahan data berikutnya.
Nah, bagi Anda yang ingin tahu penjelasan selengkapnya tentang istilah TTL dalam perintah ping tersebut, simak artikel ini sampai akhir.
Makna dari Istilah TTL dalam Perintah Ping yang Benar
Istilah TTL dalam perintah ping.
Sumber: unsplash.com
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa istilah TTL dalam perintah ping dimaksudkan jumlah detik sebelum perubahan data berikutnya.
Mengutip dari buku Komputer dan Jaringan Dasar untuk SMK/MAK Kelas X karya Untung Suprapto (2020:414), TTL atau Time To Live adalah sebuah mekanisme yang membatasi umur data dalam sebuah jaringan komputer yang terpasang dalam data.
Secara umum, TTL berfungsi untuk mencegah paket data yang beredar secara terus menerus dalam aplikasi komputer tersebut. Oleh karena itulah, TTL sering digunakan untuk meningkatkan kinerja caching ataupun untuk meningkatkan privasi PC.
Sedangkan pengertian Ping atau Packet Internet Groper sendiri adalah sebuah aplikasi utilitas yang secara resmi disediakan oleh Microsoft Windows. Fungsinya adalah sebagai pemeriksa koneksi jaringan yang berbasis Transmission Control Protocol atau Internet Protocol pada perangkat komputer.
Dengan kata lain, ping digunakan oleh user ketika mereka ingin mengetahui apakah perangkat komputer tersebut terhubung dalam jaringan atau tidak dengan komputer lain. Caranya adalah dengan mengirimkan sejumlah paket data menuju komputer lain tersebut. Jadi, Anda juga bisa mengetahui kualitas jaringan internet pada perangkat komputer tersebut.
Proses ping pada perangkat komputer menjadi salah satu hal yang wajib Anda kuasai. Keterampilan ini akan sangat berguna jika jaringan internet pada perangkat komputer Anda tiba-tiba mengalami masalah. Jadi, nantinya Anda bisa memberi respons terhadap perintah ping untuk mengecek jaringan internet pada sebuah perangkat komputer.
Nah, itu dia informasi singkat tentang makna istilah TTL dalam perintah ping pada perangkat komputer yang dapat Anda pahami. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat untuk Anda. (Anne)
Contoh Test Ping
Maksud dari percobaan dan hasil ping diatas adalah :
# pinging 202.90.199.39 with 32 bytes of data :
kita telah melakukan ping ke IP 202.90199.39 dengan 32 bytes data
# packet:sent=4, receive=4, lost=0 <0% loss>, :
artinya paket yang dikirimkan tidak ada yang hilang [4 dikirim 4 diterima]
# data yang dikirimkan berukuran 32 bytes karena itu adalah ukuran buffer default pada windows
# fungsi dari buffer di windows ini adalah untuk melihat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengiriman data packet[maksudnya jika melakukan ping dengan host berbeda maka hasilnya juga akan berbeda]
Maksud dari reply from 202.90.199.39: bytes=32 time<1ms TTL 128 ?
-TTL merupakan singkatan dari Time To Live,
yaitu waktu maksimum dari komputer saat mereply/membalas paket ICMP atau disebut juga latency/delay. TTL pada windows secara default adalah 128.
-Mengapa jumlah TTL ini dibatasi ?
hal itu untuk mencegah terjadinya circular routing pada jaringan, karena itu setiap kali ping packet melalui IP host maka nilai TTL akan dikurangi satu, hingga TTL memiliki nilai 0. Dengan nilai 0 ini packet akan discard dan drop dengan keterangn TTL expired in transit.
Semakin kecil nilai time dan paket loss dari hasil ping maka koneksi jaringan yang dipakai semakin baik.
FUNGSI PING
Kegunaan PING antara lain adalah sbb:
Mengetahui status up/down komputer dalam jaringan.
Kita dapat mengecek apakah sebuah komputer up/down menggunakan perintah PING, jika komputer tersebut memberikan response terhadap perintah PING yang kita berikan maka dikatakan bahwa komputer tersebut up atau hidup.
Memonitor availability status komputer dalam jaringan.
PING dapat digunakan sebagai tool monitoring availibilitas komputer dalam jaringan yang merupakan salah satu indikator kualitas jaringan yaitu dengan melakukan PING secara periodik pada komputer yang dituju. Semakin kecil downtime, semakin bagus kualitas jaringan tersebut.
Mengetahui responsifitas komunikasi sebuah jaringan.
Besarnya nilai delay atau latency yang dilaporkan oleh PING menjadi indikasi seberapa responsif komunikasi terjadi dengan komputer yang dituju. Semakin besar nilai delay menunjukkan semakin lamban respons yang diberikan. Sehingga nilai delay ini juga bisa digunakan sebagai indikator kualitas jaringan.
5. Program Konversi Desimal ke Biner
Gambar 312.HG Program Konversi Desimal ke Biner
Langkah langkah membuat Program Konversi Bilangan Desimal ke Biner :
1. Buatlah Userform seperti di bawah ini
2. Dengan ketentuan sebagai berikut :
Userform Name : BK165
Userform Caption : Binary and Decimal
Frame Name : Frame1
Frame Caption : Decimal To Binary
TextBox1 untuk menampilkan angka desimal yang akan dikonversi
TextBox2 untuk menampilkan angka biner hasil konversi
TextBox3 s.d. TextBox14 untuk menampilkan nilai sementara biner
CommandButton Name : DecToBin
CommandButton Caption : Change berisi Program
3. Program pada CommandButton Change adalah sebagai berikut :
4. Program diatas dibatasi sampai 12 bit atau Desimal = 4095
Jika Input lebih dari 4095, maka Sub Program Pesan1 yang bekerja.
Pesan1 menampilkan Kotak Pesan : "Angka terlalu besar"
Jika Input 4095 atau kurang, maka Sub Program Hitung1 yang bekerja
5. Sub Program Hitung1 dimulai dengan mendefinisikan dua buah Array, yaitu :
Dim Bit(17), DecBin(14)
Dim Bit(17), berarti Array Bit(1), Bit(2),... , Bit(17)
DecBit(14), berarti Array DecBin(1), DecBin(2),...., DecBin(14)
Array dibuat agar dapat menggunakan fasilitas Teknik Perulangan
6. Array DecBin digunakan untuk mendefinisikan TextBox pada UserForm
DecBin(1) = BK165.TextBox9
DecBin(2) = BK165.TextBox10 dan seterusnya sehingga :
DecBin(14)=BK165.TextBox22
6. Topologi Jaringan : Pengertian dan Macam Macam Topologi
Pengertian Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah aspek yang mesti diperhatikan ketika akan membangun jaringan komputer. Perusahaan harus benar-benar mempertimbangkan aspek kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis topologi jaringan sebelum memutuskan untuk memilih.
Dalam artikel ini kita akan membahas tentang topologi jaringan mulai dari pengertian, macam macam topologi jaringan beserta kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Topologi jaringan adalah suatu cara untuk membuat sejumlah komputer saling berhubungan satu sama lain, baik menggunakan kabel maupun yang nirkabel. Biasanya, tujuan topologi jaringan adalah demi kemudahan pertukaran informasi.
Topologi jaringan sering kali dipakai suatu perusahaan, lembaga, atau pun badan institusi agar antaranggota bisa saling melakukan komunikasi dengan cepat dan aman.
Macam-Macam Topologi Jaringan
Metode untuk membuat topologi jaringan memiliki banyak variasi, tergantung pada pilihan dan kebutuhan penggunanya. Masing-masing metode memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut ini adalah macam-macam topologi jaringan.
1. Topologi Peer to Peer
laptopsiipat.com
Topologi jaringan peer to peer adalah topologi jaringan yang menghubungkan dua komputer dengan satu buah kabel. Bisa dibilang bahwa topologi jaringan jenis ini adalah yang paling sederhana dibandingkan dengan yang lain.
Setiap komputer di dalam jaringan topologi peer to peer dapat saling berinteraksi tanpa adanya server. Setiap komputer bisa menjadi client dan server secara bergantian.
Kelebihan topologi jaringan peer to peer adalah komunikasi dapat dilakukan tanpa perangkat tambahan seperti hub dan switch, biaya yang diperlukan murah, dan proses instalasi mudah untuk dilakukan.
Kekurangan topologi jaringan peer to peer adalah keamanan data yang kurang terjamin, proses penyimpanan data tergantung dari computer, sehingga jika komputer mengalami kerusakan, akan mengganggu proses arus data.
2. Topologi Star
Topologi jaringan berbentuk star atau bintang adalah jaringan dari beberapa komputer yang memiliki koneksi dengan node yang berada di jaringan pusat. Jadi, masing-masing perangkat memiliki koneksi dengan node yang berada di tengah sistem jaringan.
Banyak perusahaan yang juga memakai sistem topologi seperti ini. Sistem kerja topologi jaringan star adalah dengan menempatkan satu jaringan sebagai pusat segala aktivitas.
Segala pertukaran data dilakukan dengan melewati jaringan di pusat. Istilah yang sering digunakan dalam teknologi informasi, yakni jaringan pusat disebut stasiun primer dan node yang terkoneksi disebut sebagai stasiun sekunder.
Ciri-ciri topologi jaringan star adalah setiap node terkoneksi langsung dengan server pusat, aliran data mengalir dari node kemudian ke server pusat lalu diarahkan ke node yang dituju. Jika ada kerusakan pada salah satu node, keseluruhan jaringan akan tetap baik-baik saja.
Topologi jaringan star juga bisa dirakit dengan kabel lower karena hanya melayani satu lalu lintas, yakni ke arah pusat server. Seringnya, tipe kabel yang dipakai adalah UPT dengan konektor RJ 45.
Cara kerja topologi jaringan star adalah dengan merancang beberapa jaringan komputer untuk terkoneksi dengan pusat yang disebut hub atau switch. Kemudian, jaringan yang berada di pusat akan menjadi semacam server sentral.
Switch, sebagai salah satu perangkat di server pusat akan menyimpan semua aliran data dari node sebagai daftar CAM (Content Addressable Memory) pada memori yang tersedia. CAM berfungsi untuk menyimpan semua alamat perangkat yang terhubung dengan switch.
Berikut ini adalah kelebihan sistem topologi jaringan star.
Mudah untuk dirancang.
Memiliki fleksibilitas yang tinggi karena proses penambahan atau pengurangan jaringan komputer tidak akan mengganggu arus informasi.
Lebih mudah untuk menemukan sumber permasalahan jika terdapat gangguan di salah satu node.
Sedangkan, berikut ini adalah kekurangan sistem topologi jaringan star.
Perangkat pusat menjadi penentu utama keberlangsungan seluruh sistem. Sehingga, kerusakan jaringan pusat akan menyebabkan keseluruhan sistem komunikasi menjadi terhambat.
Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jaringan instalasi jenis ini cukup tinggi karena membutuhkan banyak kabel. Setiap satu jaringan komputer dihubungkan langsung menuju server pusat dan membutuhkan server dengan performa tinggi.
3. Topologi Tree
steemitimages.com
Topologi jaringan berbentuk tree (pohon) merupakan bentuk gabungan dari sistem topologi bus dan star, di mana jaringan topologi bus menjadi konektor utama beberapa topologi star.
Jika diibaratkan dengan bentuk seperti pohon, topologi bus adalah batang utama yang menghubungkan beberapa topologi star sebagai rantingnya.
Topologi tree sangat cocok untuk dipakai membangun jaringan yang terdiri dari banyak komputer. Karena bentuk jaringannya yang serupa dengan pohon, topologi jaringan jenis ini juga bisa disebut dengan topologi bertingkat.
Ciri-ciri topologi jaringan tree adalah memiliki kabel utama sebagai penghubung beberapa hub di jaringan star, memiliki tingkatan atau hierarki, komunikasi dalam jaringan dilakukan melalui hub, dan memiliki hub sebagai server pusat pengatur arus informasi.
Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan tree.
Sesuai dengan kebutuhan jaringan komputer dalam skala besar.
Pengembangan jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
Jika salah satu stasiun sekunder mengalami kerusakan, tidak akan mengganggu keseluruhan sistem.
Arus informasi data dilakukan secara point to point.
Berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan tree.
Seluruh jaringan akan tergantung dengan kabel penghubung utama.
Peran hub cukup penting sehingga jika terjadi kerusakan, akan menyebabkan pengaruh yang besar pada sistem topologi.
Sistem hierarki membuat jaringan yang berada di hierarki bawah menjadi terpengaruh dengan kerusakan sistem yang berada di atasnya.
Perawatan jaringan cukup susah untuk dilakukan.
Biaya yang diperlukan untuk membangun topologi model ini cukup mahal.
Instalasi topologi tree cukup susah untuk dilakukan.
Memiliki kemungkinan besar untuk terjadi collision di kabel utama.
4. Topologi Ring
Ini adalah metode topologi jaringan yang banyak digunakan di perusahaan. Sesuai dengan namanya, metode ini menghubungkan antarkomputer dengan cara membentuk rangkaian seperti sebuah lingkaran.
Untuk membuat jaringan berbentuk lingkaran tertutup seperti sebuah cincin, setiap komputer perlu dihubungkan secara seri satu sama lain. Sistem topologi jaringan berbentuk ring dibuat untuk bisa saling berinteraksi dalam keadaan dekat atau jauh.
Ciri khusus topologi ring adalah menggunakan kabel tipe UTP dan Patch Cable membentuk jaringan menyerupai lingkaran sederhana yang terdiri dari beberapa node disusun secara seri. Pergerakan data berjalan satu arah sehingga tidak ada kemungkinan untuk bertabrakan.
Cara kerja topologi jaringan ring dijelaskan sebagai berikut.
Setiap node pada sentral memiliki penguat sinyal di kedua sisinya. Sehingga, setiap perangkat saling bekerja sama untuk menguatkan sinyal. Alat bernama token akan membantu saat proses penerimaan dan penerusan sinyal.
Token juga berfungsi sebagai pengantar data jika dibutuhkan oleh suatu node.
Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan berbentuk ring.
Mudah untuk dirancang.
Untuk level rangkaian sederhana, topologi ring termasuk lebih bagus daripada pilihan lain seperti topologi jaringan bus.
Mudah untuk melakukan instalasi baru.
Penggunaan kabel yang hemat.
Kecepatan aliran data lebih tinggi.
Tidak memiliki risiko collision karena aliran data berjalan dengan satu arah.
Sedangkan berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan berbentuk ring.
Jika ada kerusakan di satu sisi, keseluruhan sistem akan terganggu.
Kecepatan aliran data tergantung dari banyaknya jumlah node di dalam jaringan. Jadi, tipe topologi ini tidak cocok digunakan untuk sistem yang memiliki banyak jaringan.
Sinyal semakin lemah jika node yang dituju jaraknya cukup jauh.
Proses untuk menambah atau mengurangi perangkat jaringan memengaruhi keseluruhan sistem.
5. Topologi Mesh
Topologi jaringan mesh atau jala adalah sistem topologi di mana koneksi antar komputer saling terhubung secara langsung satu sama lain. Koneksi antarkomputer secara langsung seperti ini disebut dedicated link.
Pada umumnya, jenis topologi jaringan seperti ini diperuntukkan pada sistem topologi yang memiliki perangkat komputer sedikit. Jaringan topologi mesh dapat meningkatkan kecepatan proses transfer data karena langsung dikirim menuju komputer yang dituju tanpa perantara.
Ciri-ciri topologi mesh yang paling terlihat adalah menggunakan banyak kabel karena koneksi langsung dihubungkan antarkomputer. Selain itu, topologi mesh biasanya memiliki lebih dari dua port I/O, serta memiliki konfigurasi yang berbeda pada setiap node.
Cara kerja topologi mesh sangat sederhana karena data yang dikirim langsung menuju node yang ditujukan. Kabel yang saling terhubung antarkomputer membuat arus data informasi berlangsung dengan cepat.
Berikut ini adalah kelebihan topologi mesh.
Dengan dedicated link, data yang ditransfer mengalir lebih cepat ke komputer yang dituju.
Kerusakan salah satu komponen tidak akan memengaruhi komponen jaringan yang lain.
Keamanan data terjamin dibandingkan dengan topologi jenis lainnya.
Mudah mengidentifikasi sumber kerusakan jika terjadi gangguan.
Berikut ini adalah kekurangan sistem topologi mesh:
Menggunakan banyak kabel dan port I/O.
Proses instalasi jaringan cukup susah untuk dibangun.
Biaya yang diperlukan menjadi lebih tinggi.
6. Topologi Hybrid
orosk.com
Topologi jaringan jenis hybrid merupakan gabungan dari dua atau lebih jenis topologi jaringan yang berbeda. Biasanya, topologi seperti ini digunakan pada perusahaan yang mengambil alih perusahaan lain.
Berikut ini adalah kelebihan topologi hybrid.
Fleksibel dan efisien karena dapat memadukan tipe jaringan topologi yang berbeda tanpa perlu melakukan perombakan.
Tipe jaringan bisa disesuaikan dengan tujuan tertentu.
Kecepatan jaringan cukup stabil.
Berikut ini adalah kekurangan topologi hybrid.
Biaya pengelolaan dan perawatan menjadi cukup tinggi karena skema topologi gabungan cukup rumit.
Instalasi jaringan cukup susah untuk dibangun.
Jaringan tipe ini membutuhkan perangkat jaringan yang cukup banyak, yaitu hub, switch, router, access point, LAN card, dan wireless card.
7. Topologi Linear
laptopsiipat.com
Topologi jaringan linear disebut juga topologi runtut. Topologi linear dirangkai dengan urut menggunakan kabel utama yang dihubungkan pada setiap titik yang terdapat dalam komputer.
Ciri utama topologi linear adalah memiliki skema yang serupa dengan topologi bus dan menggunakan konektor BNC serta kabel RJ 58.
Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan linear:
Mudah dalam melakukan pengembangan jaringan.
Efisien dalam pemakaian kabel sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi rendah.
Skema jaringan sederhana dan mudah untuk dibangun.
Proses penambahan atau pengurangan terminal tidak mengganggu sistem yang sedang berjalan.
Berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan linear.
Potensi untuk terjadi collision cukup tinggi. Karena itulah, topologi jenis ini hanya sesuai untuk jaringan komputer dalam skala kecil.
Keamanan data kurang terjamin.
Jika ada penambahan jumlah pengguna, proses transfer data akan menjadi lamban.
Wajib menggunakan perangkat tambahan seperti repeater untuk koneksi jarak jauh dan terminator.
batasan maksimal jumlah node yang bisa tersambung dalam satu sistem topologi.
Rusaknya kabel penghubung utama akan membuat keseluruhan sistem akan rusak.
Sulit untuk mendeteksi kerusakan jika terjadi masalah
7. Pengertian VoIP
VOIP singkatan dari Voice Over Internet Protocol atau biasa disebut digital phone merupakan salah satu bagian dari teknologi transmisi untuk mentransmisikan komunikasi suara melalui IP, seperti internet ataupun packet-switched networks.
Dengan menggunakan VoIP, kita dapat melakukan panggilan telepon melalui koneksi internet, tidak lagi menggunakan saluran telepon konvensional yang melakukan transmisi secara analog. Beberapa layanan VoIP hanya bisa di gunakan untuk melakukan panggilan ke orang lain yang menggunakan layanan yang sama.
Tetapi ada juga layanan VoIP yang dapat melakukan panggilan kepada siapa saja melalui nomor telepon, lokal, jarak jauh, mobile phone bahkan nomor internasional.
Kebutuhan Perangkat VoIP
Hub
Router
ADSL Modem
VoIP phone Adaptor
Konsep Kerja Server Softswitch
Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP.
Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal adalah bagian software yang mengatur call processing. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang dapat menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun circuit.
Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara fisik dan menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar tersendiri.
Diagram Komunikasi VoIP :
Diagram VoIP
Proses Kerja dalam Komponen Diagram VoIP
Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan dari speaker pada Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama.
Atau bisa juga melalui melalui media telepon diteruskan ke phone adapter yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon tujuan.
============= Suplemen =============
Pengertian Voip, Kelebihan dan Kekurangannya
VoIP adalah singkatan dari Voice over Internet Protocol. Teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komonikasi suara secara elektronis dan real-time. VoIP mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 2000. Komunitas awal pengguna / pengembang VoIP adalah “VoIP Merdeka”.”VoIP Merdeka” (VM) dicetuskan oleh Onno W. Purbo.
Teknologi yang digunakan oleh "VoIP Merdeka" (VM) adalah H.323 yang merupakan teknologi awal VoIP. Sentral VoIP Merdeka di hosting di Indonesia Internet Exchange (IIX) atas dukungan beberapa ISP dan Asossiasi Penyelenggara Jaringan Internet (APJII).
Kode area "VoIP Merdeka" pada saat itu secara aklamasi di tentukan menjadi 6288, tentunya tanpa memperoleh restu dari pemerintah.
Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh. Penekanan utama dari VoIP adalah biaya. Dengan dua lokasi yang terhubung dengan internet maka biaya percakapan menjadi sangat rendah.
Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Berguna jika perusahaan sudah mempunyai jaringan. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Dengan majunya teknologi penggunaan bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada. Dengan adanya gateway bentuk jaringan VoIP bisa disambungkan dengan PABX yang ada dikantor. Komunikasi antar kantor bisa menggunakan pesawat telepon biasa
Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar. Contoh di Indonesia adalah VoIP Rakyat.
Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handse
Kualitas suara tidak sejernih jaringan PSTN. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional. Namun jika koneksi internet yang digunakan adalah koneksi internet pita-lebar / broadband seperti Telkom Speedy, maka kualitas suara akan jernih - bahkan lebih jernih dari sambungan Telkom dan tidak terputus-putus.
Ada jeda dalam berkomunikasi. Proses perubahan data menjadi suara, jeda jaringan, membuat adanya jeda dalam komunikasi dengan menggunakan VoIP. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan
Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
Peralatan relatif mahal. Peralatan VoIP yang menghubungkan antara VoIP dengan PABX (IP telephony gateway) relatif berharga mahal. Diharapkan dengan makin populernya VoIP ini maka harga peralatan tersebut juga mulai turun harganya.
Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck. Jika pemakaian VoIP semakin banyak, maka ada potensi jaringan data yang ada menjadi penuh jika tidak diatur dengan baik. Pengaturan bandwidth adalah perlu agar jaringan di perusahaan tidak menjadi jenuh akibat pemakaian VoIP.
Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar